Sabtu, 08 Juni 2013

AZAB BAGI YANG MENINGGALKAN SHALAT FARDHU

Shalat merupakan kewajiban pokok dalam islam, bahkan di dalam hadits, shalat dinyatakan sebagai tiang agama, bagi yang menunaikan berarti ia telah menegakkan agamanya, bila meninggalkannya berarti ia telah merobohkan agamanya.
Shalat, memiliki makna yang sangat penting bagi kehidupan manusia, sebab dengan shalat akan terjalin hubungan kedekatan secara intens dengan Tuhan dan shalat dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.

Bagi orang yang meninggalkan dan tidak menunaikan shalat, akan mendapatkan siksa yang pedih.
Perhatikan firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala berikut ini (artinya) :
“Apakah yang memasukan kamu ke dalam Saqar (neraka) ?
Mereka menjawab : kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang bhatil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya.” (QS. Al-Muddatstsir : 42-45)

Imam Thabrani meriwayatkan : ”Tidak ada keimanan bagi orang yang tidak dapat percaya memegang amanat, dan tidak ada shalat bagi orang yang tidak suci, tidak ada agama bagi orang yang tidak shalat.
Sesungguhnya kedudukan shalat dalam agama bagaikan kepala bagi jasad manusia.”

Barang siapa yang meninggalkan mengerjakan shalat dari waktunya, karena sibuk dengan urusan harta bendanya, seperti jual beli, aktivitas kekaryaannya atau kesibukkan oleh anaknya, maka ia termasuk orang-orang yang merugi.
Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda :
”Sesuatu yang pertama kali dihisab bagi seorang hamba pada hari kiamat dari amalnya ialah Shalat, jika shalatnya baik, maka ia sungguh beruntung dan selamat, jika shalatnya kurang maka ia sungguh menyesal dan merugi.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman (artinya) :
“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (QS. Al-Ma'un : 4-5)

Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda : ”Mereka itu adalah orang-orang yang mengakhirkan shalat dari waktunya.”

Ahmad meriwayatkan dengan sanad yang baik, Thabrani dan Ibnu Hibban meriwayatkan di dalam kitab Sahihnya, sesungguhnya pada suatu hari Rasulullah menjelaskan tentang shalat, lalu beliau bersabda :
”Barang siapa yang memelihara shalat, maka shalat itu menjadi cahaya dan bukti serta keselamatan baginya pada hari kiamat. Sementara barang siapa yang tidak memelihara shalat, maka ia tidak memiliki cahaya, bukti dan tidak pula keselamatan, bahkan pada hari kiamat ia dikumpulkan bersama Karun, Fir’aun, Haman dan Ubai bin Khalaf."

Abu Na’im meriwayatkan :”Barang siapa yang meninggalkan shalat dengan sengaja, maka Allah menulis namanya pada pintu neraka sebagai orang yang akan masuk ke dalamnya."

Ada pula sebagian para rawi hadits meriwayatkan :
”Sesungguhnya barang siapa yang memelihara shalat, maka Allah memuliakannya dengan lima hal, yaitu :
”Kesulitan kehidupan akan dihilangkan dari padanya, dibebaskan dari siksa kubur, Allah menerima kitab catatan amalnya dengan tangan kanannya, melewati Shirath(jembatan yang melintas diatas neraka) bagaikan kecepatan petir, dimasukkan surga tanpa hisab.
Sementara bagi orang yang menghina dan meremehkan shalat, Allah akan menyiksanya dengan 15 macam siksa, 6 di dunia, 3 pada saat kematian, 3 di dalam kubur dan yang 3 lagi ketika bangkit dari kubur.

6 siksaan yang ditimpakan di dunia bagi yang meninggalkan shalat fardhu ialah :
¤ Dicabut keberkahan umurnya,
¤ Tanda-tanda keshalehan dihapus dari wajahnya,
¤ Setiap amal yang dilakukannya tidak diberi pahala oleh Allah,
¤ Do’anya tidak dinaikkan, Tidak dapat menembus ke langit,
¤ Segala balasan yang jahat dari Allah tidak akan di tunda,
¤ Tidak mendapatkan bagian dari do’anya orang-orang shaleh.

3 siksaan yang ditimpakan pada saat kematian ialah :
¤ Dia mati dalam keadaan hina,
¤ Mati dalam keadaan lapar,
¤ Mati dalam keadaan kehausan, Seandainya dia diberi minum air laut yang ada di dunia, kehausannya belumlah sirna.

Adapun 3 siksaan di dalam kubur ialah :
¤ Liang kuburnya menjadi meyempit dan menghimpit hingga tulang-tulang rusuknya terpatah-patah,
¤ Api dinyalakan di dalam kuburnya sehingga ia menjadi terpanggang bergelimpangan siang dan malam,
¤ Dia dililit ular besar di dalam kuburnya yang bernama Syujja’ul Aqra’, Kedua matanya dari api, Kuku-kukunya dari besi, Panjang dari setiap kukunya sepanjang perjalanan sehari.
Ia berkata kepada si mayit, Aku adalah Syujja’ul Aqra’, suaranya seperti petir yang menyambar-nyambar.
Ia berkata, Aku diperintahkan Tuhanku untuk memukul kamu, karena kamu menyia-nyiakan shalat Shubuh hingga matahari terbit dan aku juga memukulimu karena kamu menyia-nyiakan shalat Ashar hingga datang waktu maghrib.
Aku memukul kamu karena kamu menyia-nyiakan shalat Maghrib hingga datang waktu Isya’ dan aku juga memukul kamu karena menyia-nyiakan shalat Isya’ hingga datang waktu shalat fajar.
Ketika ular itu memukulnya sekali pukulan, ia terbenam ke dalam bumi tujuh puluh dzira’. Dia selalu disiksa di dalam kubur tanpa pernah berhenti, hingga datang hari kiamat.

Sedangkan 3 siksaan ketika dibangkitkan dari kubur ialah :
¤ Dia mendapatkan hisab yang sangat berat di mauqif(tempat meghimpun manusia pada hari kiamat untuk menunggu hisab),
¤ Kemurkaan Tuhan dan
¤ Masuk ke dalam neraka. Na'udzu billahi min dzalik.....

Semoga Allah Subhanahu wa ta'ala senantiasa menganugerahkan rahmat, taufiq dan hidayah-Nya kepada kita semua, dan semoga kita mampu memelihara shalat dengan baik, sehingga kita mendapatkan balasan surga di sisi Allah 'Azza wa jalla. Aamiin....!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar